Mr. AH

Setiap Kebaikan BALASANNYA hanyalah kebaikan. ahmadsuaidi99@gmail.com...

Selengkapnya
HASIL PISA-SISWA INDONESIA DI BAWAH THAILAND DAN VIETNAM

HASIL PISA-SISWA INDONESIA DI BAWAH THAILAND DAN VIETNAM

Hari Pendidikan Nasional hari ini bukan hanya untuk diperingati dengan meriah, tetapi juga harus menjadi momentum introspeksi secara mendalam, agar tekad kita untuk menjadi lebih baik makin mengakar dalam diri kita.

KORAN HARI INI:
Di halaman pertama disajikan sebuah data tentang menurunnya nilai Hasil UN, dan berdasarkan hasil "PISA", Indonesia berada di bawah Thailand dan Vietnam. Hal ini seakan-akan siswa kita ini kualitas dan kemampuannya lebih rendah, padahal apa yang diraih oleh siswa adalah indikator riil dari proses yang sudah dilakukan oleh gurunya dan juga menunjukkan kinerja pengawas sebagai bagian dari tim penjamin mutu pendidikan.

FUNGSI PENGAWAS:
Bulan lalu saya mendapatkan cerita dari Bapak Dr. Gatot tentang fungsi "pengawas", dimana hasil konferensi UNICEF, pengawas berfokus pada pengawasan guru mata pelajaran, yang intinya pengawas akan melihat kinerja guru dari nilai kompetensi siswanya, kepuasan orang tuanya dan prestasi siswa setelah diajar oleh gurunya. Dan ketika hasilnya tidak memuaskan maka pengawas memberikan rekomendasi kepada guru untuk peningkatan kapasitas dan kompetensinya.

Setelah 6 bulan, pengawas akan memeriksa kompetensi siswanya, dan jika tidak ada perbaikan maka guru akan direkomendasikan berhenti dari mengajar. TENTU ini akan menimbulkan pertentangan; tetapi mereka melakukan itu karena "MEREKA TIDAK INGIN GENERASINYA DIRUSAK OLEH GURU YANG TIDAK KOMPETEN".

KESEJAHTERAAN GURU:
Guru berharap, bahwa guru bisa belajar lebih banyak kompetensi dan dapat mengajar dengan lebih fokus jika kesejahteraan mereka meningkat. Hal ini penulis sedikit berbeda pendapat, dimana kesejahteraan itu akan datang sejalan dengan kelayakan dan kualitas diri kita, bukan kesejahteraan dulu baru kualitas akan membaik.

Pemerintah saat ini sudah membantu guru meningkatkan kesejahteraannya, namun perlu kita coba renungkan;
1) berapa buku baru/pendukung kompetensi yang dibeli setiap bulannya?
2) berapa pelatihan swadaya yang sudah diikuti untuk meningkatkan kompetensi setiap bulan/tahun?
3) Berapa naskah bahan belajar siswa yang sudah dibuat setiap bulannya?
4) dan lain-lain.

Apakah benar bahwa kesejahteraan akan meningkatkan kompetensi kita?

KESEJAHTERAAN SISWA:
Siswa yang kita ajar memiliki latar belakang yang berbeda-beda, bahkan diantara mereka secara ekonomi jauh di bawah kategori sejahtera. Mereka oleh guru dituntut belajar sungguh-sungguh, belajar keras, belajar sekuat tenaga untuk mencapai hasil yang maksimal agar nantinya mereka dapat hidup sejahtera. Siswa tidak boleh tergantung pada kondisi keuangan dan ekonomi keluarganya. Mereka diharuskan gurunya untuk memiliki kualitas yang baik; mereka diyakinkan oleh gurunya bahwa "KALAU KALIAN BERKUALITAS DAN BERPRESTASI maka KESEJAHTERAAN HIDUP ANDA DI MASA DEPAN juga akan MENGIKUTNYA!". Berarti kualitaslah yang akan menjadi salah satu faktor datangnya kesejahteraan, bukan sebaliknya.

# Kita akan membayar mahal atau murah, tergantung kualitasnya. TUHAN juga akan melihat kualitas kita.
# Kita akan diingat siswa kita, ketika mereka berprestasi karena sentuhan kita. Juga sebaliknya.
# Hanya Baja yang dapat menempa besi. Hanya guru berkualitas yang dapat menempa siswa menjadi lebih baik.

Semoga kita diberikan kemudahan, pertolongan dan hidayah oleh Allah SWT untuk menjadi lebih baik dan lebih baik. Kita ingin anak kita sendiri menjadi yang terbaik, maka ajarkan kepada anak orang lain lebih baik.

Belajar Menulis: "Mr. AH"
Wa. 081 2523 7405 e-mail: ahmadsuaidi99@gmail.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

search